Di Giring Imigrasi Singapore


S

ingapura adalah negara dengan sejuta peraturan, dilarang menyebrang sembarangan, dilarang meludah, dilarang membuang sampah sembarangan dan larangan-larangan lainnya menjadikan Singapura sebagai salah satu negara terbersih di dunia. Begitu pula untuk masuk Singapura bagi warga asing, pihak Imigrasi Singapura lumayan ketat melakukan pemeriksaan terlebih jika masuk melalui Johor Malaysia ataupun dari Harbourfront.

Pengalaman yang sama sekali tidak menarik untuk di ingat namun cukup berkesan sebagai bagian dari perjalanan seorang backpacker yang kemana-mana ngegembel jauh dari kesan turis berkelas. Waktu menunjukkan kurang lebih pukul 13 waktu Singapura, saya beserta teman mulai memasuki WOODLANDS checkpoint dan mulai ikut antrian untuk urus imigrasi. Giliran saya tiba, seorang petugas seperti biasa memeriksa Passport, melakukan scan dan mulai sedikit melontarkan pertanyaan
- Pertama kali ke Singapura
- Menginap di mana
- Berapa lama di Singapura
- dll
Kebetulan di formulir Imigrasi yang disertakan tersebut tertulis ABC BACKPACKER BUGIS, entah karena hal tersebut atau karena menggunakan Air Asia ditambah masuk melalui Johor akhirnya si petugas tiba-tiba meminta saya dan 3 orang teman lainnya untuk ikut petugas lainnya yang datang menjemput. Towewewewew....masalah ni!!

Masuk ke bagian lain gedung Imigrasi Woodlands dengan segala peralatan dan keamanan yang canggih, jadi teringat penjara film-film hollywood. Setiap akan memasuki sebuah ruangan, petugas harus memasukkan password pada panel sebuah pintu, rasa was-was mulai menyelimuti tapi bukan karena takut kenapa-kenapa dengan imigrasi melainkan karena takut di tinggal oleh bus yang akan membawa ke Singapura.

Masuk ke dalam sebuah ruangan tempat orang-orang bermasalah dengan imigrasi, raut muka petugasnya sangar-sangar dari berbagai etnis suku bangsa (India, Chinese, Melayu) dan penguasaan berbagai bahasa. Duduk antri menunggu dipanggil, namun bukan saya yang mendapat giliran pertama melainkan teman saya dan dibawa ke dalam sebuah ruangan khusus untuk diwawancara.

Cukup lama teman saya berada di dalam ruangan, kurang lebih 10-15 menit dan setelah keluar ternyata di dalam diajukan beberapa pertanyaan seperti : Berapa lama di Singapore, Pekerjaan nya apa, Dalam rangka apa ke Singapura, Naik apa dari Jakarta, Berapa lama di Kuala Lumpur (karena pesawat kami ke Kuala Lumpur dulu), dll. Giliran saya pun tiba, kemungkinan karena jawaban dari teman saya sebelumnya sudah lebih dari cukup tidak mengindikasikan bahwa kami bukanlah rombongan imigran gelap atau apapun dugaan pihak imigrasi Singapura, tidak ada satupun pertanyaan dilontarkan kepada saya, malah sebaliknya saya yang bertanya dan jawabannya cuma 'Nothing wrong, just normal checking'..uhmm!!

Setelah Passport di stempel, kami dibebaskan..hehehe, dan di antar menuju gate saat pertama kali tadi masuk dan di sana sudah menunggu teman-teman lainnya yang kebetulan lolos dengan muka-muka penuh heran tanpa basa basi langsung memberondong pertanyaan...kenapa?..ada apa si?...di dalam di apain?..duh, ntar dulu lah, ini bus kita di mana? ditinggal gak ni?...seorang teman bilang, untungnya supir bus Transnasionalnya baik dan dia bersedia menunggu. Thanks God!


Hal penting :
- Isi form imigrasi seluruhnya dengan lengkap dan benar
- Untuk menghindari anggapan Imigran Gelap jika masuk Singapura melalui Johor, lebih bijaksana tidak menuliskan Hostel ataupun Guesthouse tapi tulislah Hotel sebagai tempat menginap (berbohong sedikit buat berjaga, petugas tidak akan mengecek kebenarannya namun bekalilah sedikit pengetahuan mengenai hotel tersebut)
- Tidak usah khawatir jika terpaksa harus berurusan dengan pihak imigrasi, selama passport bisa di scan dan tidak membawa apapun yang sekiranya dilarang, tidak akan terjadi masalah apapun.
- Jawablah semua pertanyaan pihak Imigrasi dengan jelas dan jangan gugup


2 comments:

Anonymous said... Reply To This Comment

saya pernah masuk singapore dan diminta memperlihatkan voucher hotel nya lho, padahal saya sudah menulis dengan jelas dan itu hotel, bukan hostel

possac said... Reply To This Comment

@Anonim

urusan dengan pihak imigrasi memang untung-untungan, asal tidak memperlihatkan gerak-gerik yang mencurigakan, mudah2an bisa lolos....

saya di giring imigrasi bersama 3 orang teman lainnya di belakang saya karena waktu itu petugas imigrasinya bertanya apakah mereka semua teman sya, daripada nanti tambah runyam klo nanti sya bilang bukan tapi pas temen saya di tanya mereka bilang saya temen mereka, akhirnya sya bilang mereka memang teman saya.

temen sya yang lain yang antri di line berbeda, aman-aman saja meski sama2 nulis hostel yang sama...yah, itulah imigrasi, sulit di tebak.

Post a Comment

Flickr Digg Yahoo! Technorati MySpace Delicious RSS