Taksi dan Dubbing Ala Ho Chi Minh


Roda pesawat bernomor penerbangan QZ7736 mendarat mulus di landasan pacu Tan Son Nhat International Airport, Ho Chi Minh City.  Saya bergegas menuju imigrasi dan menghambur keluar pintu bandara demi mengejar bus yang akan membawa saya ke pusat kota.  Namun apa daya malam sudah menunjukkan pukul 8 malam, bus yang dimaksud pun sudah tak tampak. 

Saya kembali ke dalam bandara untuk membeli voucher taksi. Petugas keamanan bandara sontak menatap penuh curiga melihat saya terburu-buru hendak masuk kembali ke areal gedung kedatangan. Di hadang dengan pertanyaan yang saya tidak tahu artinya apa, namun jika diterjemahkan dalam dugaan, kemungkinan dia bertanya mau kemana? Langsung saja dengan seksama saya bilang mau beli voucher taksi.


Di Ho Chi Minh, harus hati-hati dengan yang namanya taksi. Karena banyak sekali penipuan-penipuan dan modus-modus yang mengharuskan kita membayar lebih dari biaya seharusnya. Ini lagu lama tapi tetap saja banyak orang Indonesia yang tertipu. Huh, maaf saja, saya tidak ingin masuk ke dalam daftar orang-orang yang tertipu. 


Vinasun dan Mai Linh adalah salah dua jenis taksi yang direkomendasikan selama berada di Ho Chi Minh, jadi jangan salah pilih taksi jika Anda tidak mau di peras. Saya membeli voucher taxi Vinasun yang berada persis di depan pintu keluar setelah selesai urusan imigrasi (terdapat juga barisan money changer). Tinggal sebutkan saja tujuan kita dan mereka akan menyebutkan ongkos yang harus kita bayar. Saya menuju district 1 tepatnya di Bui Vien (berdekatan dengan Pham Ngu Lao) dengan harga 7 USD. 
Kama saya di Bu Vien Street
Taksi di Vietnam berbentuk mirip Toyota Avanza (mirip atau memang Avanza ya), dan ingat, supir ada di sebelah kiri jangan salah masuk.  Jika kebetulan traveling rombongan, bisa di share beramai-ramai, dan kalaupun supir taksi nya berulah meminta bayaran lagi, bisa hajar ramai-ramai, seru kan?. 

Vinasun Taxi

Saya yang dari awal penuh curigation alias tidak percayaan, bertanya sama petugas Vinasun taksi tersebut, dan si petugas berkali-kali bilang. you don’t need to pay extra money, sir. Awas aja kalo supir nya minta bayaran lagi! 

Dan saya jadi malu sendiri telah berprasangka buruk karena saat tiba di guesthouse, barang-barang saya diturunkan dan si supir taksi nya yang malahan bilang terima kasih. Saya jadi tak enak tp dia juga tidak tau saya berprasangka, jadi ya sudah, lupakan saja.

Setelah check in, saya langsung mencari makan karena perut rasanya sudah menendang-nendang. Berjalan ke ujung jalan Bui Vien yang ramai penuh bule minum-minum di pinggir jalan dan café diiringi jedag jedug music membuat Bui Vien begitu hidup di bandingkan dengan Pham Ngu Lao yang lebih terkenal di kalangan Backpacker. 

Sudut-Sudut Pham Ngo Lao

Sudut Bu Vien
Saya menemukan tempat makan halal India (New Delhi Resto) yang sepi tiada pengunjung, namun dengan pelayan seorang mbak Vietnam yang tidak bisa berbahasa inggris. Mbak itu ngotot dengan bahasa Vietnam nya saat saya tidak mau memesan minuman yang dia tawarkan karena saya membawa air mineral yang baru saja saya beli.  Akhirnya dia menyerah dengan mimic yang seolah…serah lu dah ah, gw pusing!!. Malam itu saya bersantap nasi dan ayam goreng seharga 45.000 Dong (bagi dua saja jika ingin di konversi ke dalam Rupiah).

Sesampainya di kamar, saya menyalakan televisi dan memindah-mindahkan chanel. Saat chanel TV berhenti ada sebuah film mandarin, saya tak kuasa untuk tidak terbahak-bahak melihat sebuah film mandarin yang didubbing ke dalam bahasa Vietnam. Dubbing bukan sembarang dubbing, tapi dubbing ala Vietnam.

Awalnya saya merasa aneh karena setiap pemerannya berbicara, kok intonasi dan suara yang keluar selalu sama, meskipun ada dua orang yang sedang terlibat percakapan. Setelah saya perhatikan dengan seksama ternyata dubber nya cuma satu. Yaelah!!. Jadi semua pemeran dalam film tersebut, tidak perduli laki-laki ataupun perempuan, di dubbing oleh satu orang. Pantesan dari awal saya berpikir, ini kok suara perempuan mirip sekali laki-laki ya, mana dubbing nya tidak pas lagi, mulut kemana suara kemana, what a night!!.


HAPPY TRAVELING
 - Pesan lah taxi resmi bandara yang terletak sebelum pintu keluar untuk menghindari taxi gelap yang terletak diluar bandara yang terkadang meminta bayaran lagi selain harga yang sudah disepakati
- Bus dari bandara ke pusat kota Ho Chi Minh terletak di sebelah kanan pintu keluar, namun jam operasi bus tersebut hanya sampe jam 6-7malam
- Jarak bandara dengan pusat backpacker Pham Ngu Lao kurang lebih 12km saja (berdasarkan penjelasan supir taksi Vinasun yang saya tumpangi)

5 comments:

Hallo..

Boleh minta referensinya ga soal perjalanan dari Ho Chi Min ke Siam Reap? Di Kaskus saya baca, perjalanannya cuma dari Ho Chi Min ke Phom Phen ya, justru saya pengen banget bisa ke Cambodia buat liat Angkor Watnya. Dan sekarang masih ga tau, gimana caranya ke Siam Reap dari Ho Chi Min.. Punya email kah buat tanya2 lebih lanjut? Thanks before ya..
(dea_sihotang@yahoo.com)

Dea
January 30, 2012 at 1:05 PM comment-delete

Trip Vietnam-Cambodia sya memang hanya sampai Phnom Penh karena keterbatasan waktu tidak bisa lanjut ke Siem Reap.

February 3, 2012 at 10:37 AM comment-delete

nanya donk.. di sana panas apa dingin ya. ada warteg ga ?

Anonymous
February 20, 2012 at 4:44 PM comment-delete

tergantung bulan apa pergi ke sana nya...
warteg? wah, gak nemu saya...

February 21, 2012 at 11:07 AM comment-delete

hallo mas salam kenal, mau nanya

kalo di Hanoi kira2 taksi yg dipercaya apa ya??

thanks

October 21, 2015 at 2:30 PM comment-delete

Post a Comment